Cari DIP

Berita Terbaru

GUBERNUR NTB INGIN ANAK - ANAK NTB KUASAI SAINS DAN TEKNOLOGI

GUBERNUR NTB INGIN ANAK - ANAK NTB KUASAI SAINS DAN TEKNOLOGI

Posting: 13 Mar 2019 | Dibaca: 67 kali

Gubernur NTB,  Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan di era yang bekembang pesat seperti saat ini diperlukan generasi yang kuat. Yaitu generasi yang menguasai sains dan teknologi yang dibarengi dengan ilmu agama yang mumpuni. Karena itu,  Gubernur menginginkan anak-anak NTB, tidak hanya menguasai ilmu agama.  Namun juga menguasai sains dan teknologi untuk menaklukkan masa depan yang penuh tantangan nantinya.

"Problem Anak-anak NTB saat ini adalah Mechanical Engineering," ungkap Gubernur saat menerima jajaran Yayasan Mitra Sadina, di Pendopo Gubernur NTB,  Selasa (12/03/2019). Kunjungan tersebut dipimpin Katua Sulaimaniyah Jawa Timur dan NTB,  Ustazd Murat Alver dari Turki.

Doktor Zul,  sapaan akrab Gubernur NTB itu menjelaskan bahwa visi kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur NTB,  Dr.  Hj.  Sitti Rohmi Djalillah menakhodai NTB adalah menghadirkan banyak industri pengolahan di NTB. Untuk itu,  dibutuhkan sumbar daya manusia yang menguasai ilmu dan teknologi untuk mendukung keberadaan industri itu. Selain itu, anak-anak NTB yang menguasai sains dan teknologi ini dapat menopang dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)  NTB di masa yang akan datang.

Misalnya,  produksi pertanian,  peternakan, perikanan dan potensi lainnya di NTB ini,  tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah. Namun, perlu diolah untuk menghasilkan produk lain yang dibutuhkan pasar. Pengolahan itu kata Gubernur memerlukan industri pengolahan. Begitu juga dengan program Zero Waste,  yang memerlukan industri pengolahan dan Sumber Daya Manusia yang handal untuk menanganinya.

Untuk program itu, Gubernur bahkan menawarkan lahan dan bangunan kepada yayasan tersebut, yaitu di Sumbawa untuk dijadikan lokasi belajar sains dan teknologi.  Sehingga,  anak-anak NTB itu betul betul menekuninya yang mengantar mereka dapat bersaing anak-anak di daerah lain.

"Berapa hektar anda mau, saya kasih. Yang penting anak-anak NTB bisa belajar sians dan teknologi sekaligus menghafal Al-Qur'an, " tegas Doktor Zul.

Penjelasan Doktor Zul ini cukup beralasan.  Sebab,  perkembangan dunia secara global ke depan sangat masif. Bahkan dalam setiap harinya,  terdapat inovasi-inovasi teknologi yang begitu mengejutkan. Karena itu,  menurut Doktor Zul,  penguasaan sains dan teknologi mutlak diperlukan.

Kunjungan jajaran yayasan tersebut dalam rangka pembukaan Cabang di NTB. Serta,
akhir bulan April direncanakan akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz
Sulaimaniyah di Lotim.

Program tersebut full Beasiswa bagi Putra NTB yang akan lanjut ke Turki selaku penerima Beasiswa.

Humas NTB

Gubernur Apresiasi DPR

Gubernur Apresiasi DPR

Posting: 13 Mar 2019 | Dibaca: 67 kali

Empat buah Raperda prakarsa Gubernur NTB telah menjadi Perda. Perda tersebut tersebut yakni:
1. Raperda Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB 2018-2023
2. Raperda Tentang Pengelolaan Hutan
3. Raperda Tentang Pengelolaan Sampah
4. Raperda Tentang Rencana Umum Energi Daerah.

Keempat Raperda tersebut sudah disetujui untuk ditetapkan sebagai peraturan daerah Provinsi NTB dalam Surat Keputusan NOMOR:/KEP./DPRD/2019 Tentang Persetujuan Penetapan Empat Buah Raperda Prakarsa Gubernur NTB Menjadi Perda Provinsi NTB.

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Zulkieflimansyah menyampaikan rasa terima kasih kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB yang telah menyetujui empat buah Rancangan Peratuaran Daerah (Raperda) pada sidang paripurna DPRD NTB di ruang sidang utama DPRD , Mataram (12/3).


"Kami ingin menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada pimpinan dan segenap anggota DPRD NTB atas komunikasi yang sangat intensif, koordinasi dan kerja sama yang sangat baik serta komitmen yang begitu dalam untuk membangun NTB yang kita cintai," ungkap gubernur.

Dr. Zul mengatakan, ungkapan terima kasih banyak juga kepada masing-masing Panitia Khusus (Pansus) yang sebelumnya telah memberikan laporan dari Empat buah Reperda itu, yang telah bekerja dalam membahas, mencermati dan mengkaji keempat buah raperda ini, sehingga aplikasinya dapat berjalan selaras dengan komitmen untuk membangun NTB.

“Besar harapan kami, seluruh regulasi yang dibahas dalam sidang ini dapat berfungsi untuk mengatur jalannya pembangunan ke arah yang lebih maju lagi. Kita mampu memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera ke depannya,” harap Dr.Zul

Diakhir tanggapannya, gubernur juga menyampaikan terima kasih banyak atas kerja sama semua pihak dalam memberikan kontribusi pikiran, ide dan gagasan yang membantu menyempurnakan ke empat buah Raperda ini. (Man-Tim Media)

Pentingnya Percepatan Dalam Proses Rehab Rekon

Pentingnya Percepatan Dalam Proses Rehab Rekon

Posting: 13 Mar 2019 | Dibaca: 67 kali

Berdasarkan data terbaru BPBD, jumlah Huntap yang sudah selesai dibangun sebanyak 1.195 unit rumah dengan rincian di kabupaten Lombok Barat 192 unit. Kemudian di Lombok Tengah sebanyak 331 unit, di Lombok Timur sebanyak 379 unit, di Lombok Utara sebanyak 100 unit dan di Kota Mataram sebanyak 18 unit rumah. Selanjutnya di kabupaten Sumbawa sebanyak 19 unit rumah telah selesai dibangun. Sedangkan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebanyak 158 unit rumah.

Model rumah tahan gempa yang dibangun yakni RIKA, RIKO, RISHA, RISBA dan RCI. Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah menekankan pentingnya percepatan dalam penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa."Semua pihak harus mendukung langkah percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi saat ini, termasuk meningkatkan koordinasi,"tegasnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Muhammad Rum menghimbau masyarakat untuk segera menentukan model rumah yang akan dibangun, karena masih banyak masyarakat yang belum menentukan model rumah. Hal ini untuk mempercepat proses pembangunan Huntap. Pembangunan Huntap secara cepat sangat dibutuhkan. Mengingat, banyak korban yang tidak memiliki tempat tinggal lagi."Kita ingin percepat bangun rumah. Kita ingin semua Pokmas sudah terbentuk. Uang yang di rekening pribadi juga agar segera ditransfer ke Pokmas, biar cepat bisa dibangun rumah,"katanya.

Rapat terbatas tentang penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa NTB berlangsung di komplek Science Techno and Industrial Park (STIP) Banyumulek, Selasa (12/3). Rapat tersebut dihadiri oleh Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah, Komandan Korem (Danrem) 162/WB Kol CZI Ahmad Rizal Ramdhani, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) H Mohammad Rum, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) dan para pengusaha lokal. (Luk-tim media).

Industri Penyuling Cengkeh Diharapkan Kuatkan Ekonomi NTB

Industri Penyuling Cengkeh Diharapkan Kuatkan Ekonomi NTB

Posting: 13 Mar 2019 | Dibaca: 65 kali

Setelah masa tanggap darurat gempa di Provinsi NTB, muncul potensi tak terduga dari komuditas cengkeh yang ada di daerah terdampak gempa Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur. Kalau biasanya sampah dedaunan dan ranting sisa panen cengkeh dibuang begitu saja oleh petani, kini NTB telah memiliki mesin penyuling yang dapat mengolah limbah tersebut menjadi minyak cengkeh.

“Kemiskinan dan pengangguran bisa diberantas dengan adanya industri pengolahaan. Semoga industri pengolahan limbah cengkeh ini nantinya dapat berkembang dan berkontribusi dalam memberantas pengangguran dan kemiskinan," seru Gubenur NTB Dr. Zulkieflimansyah saat meresmikan industry penyuling cengkeh pertama NTB, di STIP Park Banyumulek, (12/3).

Hadirnya industri ini diharapkan Gubernur dapat menyerap banyak tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Karena jika masyarakat sudah bekerja, maka kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan juga akan meningkat, tegas Gubernur. Selain itu, hadirnya industri ini diyakini Gubernur dapat meningkatkan produktifitas pertanian NTB.

"Tugas selanjutnya adalah undang masyarakat untuk belajar merakit mesin ini. Bikinkan replikanya, dan serahkan kepada setiap desa di Lombok Utara," ungkap Gubernur di hadapan karyawan dan masyarakat yang hadir.

Sementara itu, Ketua JP Institut Ainurrahman, ST. yang menginisiasi industri tersebut menjelaskan keberadaan industri itu merupakan salah satu ikhtiar untuk mewujudkan NTB Zero Waste dan proses recovery daerah setelah musibah gempa bumi tahun lalu dan

"Program zero waste itu selaras dengan industri ini. Sebab, kami memanfaatkan limbah dari cengkeh untuk proses pembuatannya," jelasnya.

Proses penyulingan minyak cengkeh ini membutuhkan satu ton bahan baku dalam satiap produksinya. Dalam sehari, pihaknya bisa memproduksi dua kali. Sehingga bahan baku yang dibutuhkan setiap harinya sekitar dua ton.

 "Dana yang dikeluarkan setiap kilonya adalah 1.500 rupiah. Sehingga dalam sebulan sekitar 78 juta untuk bahan baku," jelasnya. (novita-tim media)

WAGUB NTB : PENYULUH POSYANDU JUGA HARUS BICARA LINGKUNGAN

WAGUB NTB : PENYULUH POSYANDU JUGA HARUS BICARA LINGKUNGAN

Posting: 12 Mar 2019 | Dibaca: 63 kali

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd Membuka Workshop Revitalisasi Posyandu dan Bank Sampah di Ruang Rapat BAPPEDA, Senin (11/03/2019).

Revitalisasi Posyandu dan Bank Sampah merupakan dua program yang sangat dibutuhkan kedepannya untuk mewujudkan NTB yang bersih. Kebersihan erat kaitannya dengan kesehatan, ditambah NTB adalah daerah wisata sehingga kebersihan adalah suatu hal yang sangat penting untuk keberhasilan pembangunan di Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan yang setiap bulan dilakukan di desa dan dusun adalah Posyandu. Dengan memberikan pelayanan kesehatan dasar, memberikan makanan tambahan, fasilitas posyandu juga memiliki standar lengkap yang diberikan kepada masyarakat dimulai dari bayi, ibu hamil sampai dengan lansia. Sehingga banyak hal-hal yang bisa di proteksi sejak dini.

"Seperti posyandu keluarga, masyarakat dusun bisa konsultasi semua hal terkait kesehatan" tuturnya.

Dalam workshop ini Umi Rohmi menjelaskan bahwa nantinya di posyandu akan di adakan penyuluhan yang dilakukan oleh Kader Posyandu dan Tenaga Kesehatan yang ditugaskan di desa atau dusun setempat. Penyuluhan yang dilakukan bukan hanya terkait kesehatan tetapi juga lingungkan, sosial yang terjadi di desa atau dusun tersebut.

"Jadi penyuluhan posyandu ini disesuaikan dengan kondisi atau masalah yang ada di dusun tersebut, entah itu gizi buruk, lingkungan, pernikahan anak atau lainya" tuturnya.

Umi Rohmi menekankan bahwa kegiatan ini dianggarkan oleh desa melalui APBDes. Hal ini bukan persoalan biaya, tapi ini cara berfikir untuk mengawal dan mensejahterakan masyarakat.

Selain program revitalisasi posyandu dalam workshop ini, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat juga membahas tentang Zero Waste. Sampah sudah menjadi isu dunia dan tidak bisa dilepaskan dari masalah kesehatan.

"Jadi sudah waktunya untuk memerangi masalah sampah, dengan adanya bank sampah kita buat sampah ini menjadi berkah bukan musibah" pungkasnya.

Nusa Tenggara Barat sudah menginisiasi Bank Sampah sejak 2018 dan diharapkan kedepannya NTB memiliki industri daur ulang, sehingga perputaran uang dari sampah yang dihasilkan ini untuk masyarakat. Kemajuan program ini tergantung dari kabupaten dan kota untuk terus mengkoordinir Kepala Desa untuk menganggarkan Bank Sampah.

"Provinsi siap melakukan penyuluhan dan bimbingan, yang penting sekarang respon dan implementasi secara real dari 10 kabupaten dan kota di NTB" tutupnya.

Umi Rohmi berharap Provinsi, Kabupaten, Kota dan Desa dapat bersinergi dengan baik agar semua berjalan dengan lancar.

Humas NTB