Cari DIP

Berita Terbaru

Terus Digencar Pelatihan NTB Care

Terus Digencar Pelatihan NTB Care

Posting: 15 Feb 2019 | Dibaca: 12 kali

Pemerintah NTB melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB terus gencar menggelar pelatihan admin sistem dan OPD Aplikasi "NTB Care" di seluruh kabupaten kota se-NTB. Pelatihan ini bertujuan melibatkan seluruh perangkat pemerintah dalam menjawab persoalan masyarakat yang diajukan dalam aplikasai tersebut.

Kepala dinas Kominfotik NTB, Drs. Tri Budiprayitno menyampaikan rasa terima kasih banyak atas antusias pemerintah KLU menyambut baik pelatihan ini. Sehingga diharapkan implementasi aplikasi ini dapat memberikan solusi terhadap aduan-aduan yang disampaikan oleh masyarakat Lombok Utara.

"Kami akan terus gencar melakukan sosialisasi dan pelatihan NTB Care kepada seluruh pemerintah kabupaten kota," ungkapnya saat memberi sambutan di Hotel Medane Bay Marina, KLU (14/2).

Ia mengatakan, hadirnya aplikasi ini untuk melindungan masyatakat, melayani dan memberdayakan masyarakat "tugas kita sebagai aparatur sipil negara adalah untuk melayani masyarakat. Oleh karena itu, melalaui aplikasi ini juga agar ASN di kabupaten kota melayani masyarakat setiap daerahnya," tutur Yiyit sapaam akrabnya kepala dinas itu. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa konsep NTB Care dirumuskan sebagai teknologi yang memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat. Ini sebua metode teknologi informasi yang mendekatkan masyarakat dengan pemerintah. Hadirnya aplikasi ini sebagai wujud inisiatif Gubernur dan wakil Gubernur Provunsi NTB dalam menjawab persoalan yang disampaikan oleh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Asisten III Sekretariat Kabupaten Lombok Utara, Ir. H. Melta meminta kepada seluruh ASN yang hadir dalam pelatihan tersebut agar dimanfaatkan sebaik mungkin terhadap ilmu-ilmu yang disampaiakan. 

"Kita juga akan menindaklanjuti dengan mengimplementasikan NTB Care di lingkup pemerintah KLU," ungkapnya sekaligus membukan acara pelatihan.

Ia sangat mengapresiasi adanya aplikasi NTB Care sebagai inovasi baru dari pemerintah NTB untuk menjawab persoalan masyarakat melalui aduan-aduan yang disampaikan dalam aplikasi ini.

"Kami juga sangat berterima kasih kepada Disokominfotik NTB atas kerja sama dalam mensosialisasikan  sebuah apalikasi bermanfaat ini," tuturnya.

Ia juga berharap dengan adanya pelatihan ini, memungkinkan admin setiap OPD lingkup KLU menindaklanjuti dengan mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat bahwa pemerintah telah menyediakan sebuah aplikasi untuk menyampaikan pengaduan.Sebelumnya, pelatihan ini sudah digelar di tiga kabupaten kota diseluruh provinsi NTB, diantaranya; Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Selanjutnya pelatihan akan digelar lima kabupaten kota di pulau Sumbawa. (Man/Serly).

Progres Pembangunan RTG Terus Bertambah

Progres Pembangunan RTG Terus Bertambah

Posting: 15 Feb 2019 | Dibaca: 12 kali

Progres pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di Pulau Lombok dan Sumbawa terus bertambah. Data sebelumnya pertanggal 13 Februari 2019 sejumlah 7.200 unit, kini bertambah menjadi 7.274 unit pertanggal 14 Februari 2019. Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Satistik Provinsi NTB Tri Budiprayitno menerangkan, data tersebut terus bertambah seiring berjalannya waktu. 

"Saat ini progres RTG pertanggal 14 Februari bertambah 74 unit dengan rincian RISHA sejumlah 2.648 unit dan telah selesai 184 unit, RIKA sejumlah 1.830 unit telah selesai 112 unit, RIKO sejumlah 2.334 unit telah selesai 153 unit, RCI sejumlah 40 unit dan RISBA sejumlah 422 unit,"katanya Kamis (14/02).

Tidak hanya RTG, data Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang terbentuk juga bertambah dari sebelumnya 4.177 menjadi 4. 328. Dengan rincian Pokmas Rumah Rusak Berat (RB) dari 2.129 menjadi 2.150, Rusak Sedang (RS) dari 638 menjadi 681, sedangkan Rusak Ringan (RR) dari 1.410 menjadi 1.497. 

Sementara untuk Pokmas yang sudah ter-SK dari 4.107 bertambah menjadi 4.258. Dengan rincian RB dari 2.059 menjadi 2.080, RS 638 menjadi 681, dan RR 1.410 menjadi 1.497.

Untuk rekening Pokmas yang sudah terbentuk sebelumnya 3.852 menjadi 4.001. Dengan rincian RB 1.804 menjadi 1.823, RS 638 menjadi 681, dan RR 1.410 menjadi 1.497. 

Selain itu untuk rekening Pokmas yang sudah terisi dari sebelumnya 1.319 menjadi 1.397. Dengan RB dari sebelumnya 717 menjadi 744, RS dari 222 menjadi 240 dan RR dari 380 menjadi 413. Sedangkan untuk rekening masyarakat yang sudah dibagi berjumlah 131. 806 atau sekitar 62, 00 % bertambah 207 dari data sebelumnya 131.599 atau sekitar 61,90 %. Dengan rincian RB 47. 727 bertambah menjadi 47.520. Sedangkan untuk RS dan RR sama seperti data sebelumnya yakni 18,806 dan 65,273 tidak terjadi penambahan. (Luk-tim media)

Dinkes NTB Sebar Ribuan Vaksin Rabies

Dinkes NTB Sebar Ribuan Vaksin Rabies

Posting: 15 Feb 2019 | Dibaca: 12 kali

Mencuatnya kasus Virus Rabies yang menghantui Provinsi NTB belakangan waktu ini direspon tanggap oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Untuk mencegah penyebaran lebih luas, Dinkes NTB telah menyebar ribuan vaksin Rabies baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. Dikutip dalam laman berita Kompas.com, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan NTB, Dr Zainul Arifin mengatakan, vaksin rabies di NTB terbatas, mengingat NTB bebas rabies.

Tapi, dengan bantuan dari Kemenkes, Dinkes NTB telah mengirimkan vaksin ke wilayah Dompu sebanyak 2.609 dosis, Bima 40 dosis, Sumbawa 50 dosis, KSB 10 dosis, Lombok Timur 20 dosis, Lombok Barat 10 dosis, dan Kota Mataram 35 dosis.

"Ini diberikan bagi mereka yang digigit anjing saja. Jadi, satu orang itu membutuhkan 4 kali suntikan atau 4 dosis jika mereka digigit anjing," ujarnya.

Menurut data Dinas Kesehatan yang diperoleh dari Puskesmas Kecamatan, kasus gigitan anjing terjadi sejak Oktober 2018 lalu dan pertama kali muncul di Kecamatan Kempo. 

Sejak saat itu, tercatat ada 619 orang warga telah digigit anjing, enam orang diantaranya meninggal dunia. Korban tertinggi terdapat di Kecamatan Kempo yang lima orang meninggal dan satu orang lainnya di Kecamatan Menggelewa. (novita-tim media)

Harga Barang Kebutuhan Pokok Relatif Stabil

Harga Barang Kebutuhan Pokok Relatif Stabil

Posting: 15 Feb 2019 | Dibaca: 13 kali

Kepala Dinas Perdagangan Prov. NTB Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si Bersama dengan tim telah melakukan survey harga barang kebutuhan pokok di tiga pasar tradisional yakni pasar kebon roek, pasar pagesangan dan pasar mandalika relatif stabil, kamis (14/02).

Dari ketiga pasar memiliki perbandingan harga yang tidak terlalu signifikan. Seperti harga Beras (Bukan Bulog) dari jenis beras termurah di pasar kebon reok per Kg seharga Rp. 8.500, pasar pagesangan per Kg seharga Rp. 8.500 dan pasar mandalika per Kg seharga Rp. 8.000, jenis C4 (Medium) pasar kebon reok per Kg seharga Rp. 10.000, pasar pagesangan per Kg seharga Rp. 9.500 dan pasar mandalika per Kg seharga Rp. 11.000, jenis C4 (Premium) pasar kebon reok per Kg seharga Rp. 11.500, pasar pagesangan per Kg seharga Rp. 12.000 dan pasar mandalika per Kg seharga Rp. 11.833.

Selain itu harga daging sapi yang memiliki ragam jenis, antara lain bagian paha depan per Kg di pasar kebon roek seharga Rp. 105.000, di pasar pagesangan seharga Rp. 110.000 dan di pasar mandalika seharga Rp. 105.000, bagian paha belakang per Kg di pasar kebon roek seharga Rp. 120.000, di pasar pagesangan seharga Rp. 120.000 dan di pasar mandalika seharga Rp. 110.000, bagian sirloin pasar kebon roek dan pasar pagesangan per KG seharga Rp. 120.000 dan pasar mandalika seharga Rp. 110.000, bagian sanding lamur (brisket) disemua pasar per Kg seharga Rp. 100.000, bagian tetelah per Kg di pasar kebon roek seharga Rp. 80.000, di pasar pagesangan seharga Rp. 75.000 dan di pasar mandalika seharga Rp. 70.000 dan bagian has dalam (tenderloin) disemua pasar per Kg seharga Rp. 120.000 .

Telur yang menjadi primadona ibu rumah tangga memiliki harga yang standar dan sama diseluruh pasar mulai dari per Kg seharga Rp. 24.000, sedangkan harga telur kampung di pasar kebon roek per Kg seharga Rp. 52.500, dipasar pagesangan per Kg seharga Rp. 42.000 dan di pasar mandalika per Kg seharga Rp. 45.500 .

Selain itu cabe merah besar di pasar kebon roek dan pasar mandalika per Kg seharga 20.000 dan di pasar pagesangan per Kg seharga 15.000, sedangkan cabe merah keriting di pasar kebon roek per Kg seharga Rp. 15.000, di pasar pagesangan per Kg seharga Rp. 12.000 dan di pasar mandalika per Kg seharga Rp. 13.000.

Minyak goreng curah atau tanpa merek satu liter di pasar kebon roek dan pasar pagesangan perliter seharga 10.350 dan di pasar mandilika perliter seharga 9.900. sedangkan harga gula pasir per Kg di pasar kebon roek Rp. 11.500, pasar pagesangan Rp. 12.000 dan pasar mandalika Rp. 11.833.

Sesuai dengan data yang telah dikumpulkan oleh Dinas perdagangan membuktikan bahwa harga barang kebutuhan pokok relative stabil tidak terjadi peningkatan. (ely – tim media)

GUBERNUR NTB : RISET PENTING BAGI PEMBANGUNAN

GUBERNUR NTB : RISET PENTING BAGI PEMBANGUNAN

Posting: 14 Feb 2019 | Dibaca: 14 kali

Dewan riset daerah pada dasarnya memiliki posisi yang sangat penting bagi pembangunan di NTB. Hasil riset yang diperoleh menjadi sumbangan berharga yang mampu mendukung berbagai proses pembangunan daerah.

Demikian disampaikan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, saat menerima silaturrahmi Dewan Riset Daerah Provinsi, Sains Techno Park Universitas Teknologi Sumbawa dan PT. Lim Shrimp Organization di ruang kerjanya,
Rabu (13/2/2019)

Kedatangan rombongan adalah dalam rangka memberi masukan untuk pembangunan NTB dalam bidang keilmuan dan riset, juga untuk menyampaikan kendala-kendala dalam kerja sama dan investasi di Pulau Sumbawa.

Menyikapi hal ini, Gubernur menyambut antusias atas kehadiran dewan riset daerah.
"Saya kira Dewan Riset sangatlah penting, coba buat kajian-kajian industri apa yang cocok dan bisa kita terapkan di NTB. Riset yang paling penting bukan di kampus tapi di business Community," ujar Gubernur.

Prof. Ir. H. Yusuf. A. Sutaryono, Phd selaku kepala Dewan Riset Daerah Provinsi NTB pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa, silaturrahim kali ini adalah untuk berdiskusi tentang pengembangan riset di NTB.

"kami banyak berdiskusi tentang arah pengembangan riset di NTB, terutama tentang bagaimana riset dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami dewan riset sudah banyak memberikan masukan, sejak zaman gubernur sebelumnya dan kini Gubernur Zul, " tutur prof Yusuf.

Prof Yusuf juga Dewan Riset Daerah akan terus mendukung dan mengawal program kegiatan pemerintah Provinsi, tambah Prof. Yusuf.
"Respon Gubernur sangat bagus, kami juga akan mengawal program-program yang dilakukan  OPD agar pelaksanaannya sesuai dengan target yang ingin d capai," ujarnya.

Kaitannya dengan Sains Tekno Park yang merupakan Terobosan yang di gagas Gubernur, Prof Yusuf menyatakan Dewan riset juga akan ikut turut berperan.
"Sains techno park adalah pertemuan antara teknologi dengan industri. Jangan sampai STP Hanya dijadikan tempat membuat mesin, itu memang salah satu tujuannya namun yang paling penting adalah bagaimana teknologi dan industri ini mampu komersil dan diterima di pasar dan masyarakat," jelasnya.

Ronald Lam selaku Direktur PT. Lim Shrimp Organization di Indonesia yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan rencana nya untuk berinvestasi di NTB khususnya di Pulau Sumbawa. "Rencananya akan kami bangun pabrik di Sumbawa. Pabrik pakan, pabrik proses implan, mungkin akan ada kerjasama dengan pemprov kedepannya," ujar Ronald.

Kami juga berharap pemerintah Provinsi bisa membantu kami dalam menyelesaikan berbagai kendala dan problem kami dalam berinvestasi di Sumbawa, lanjutnya.

Humas NTB