Breaking News

    <li><p><a href="#" title="" rel="bookmark"><span class=""></a></p></li>

HARDIKNAS 2018, MOMENTUM REFLEKSI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Berita PPID

HARDIKNAS 2018, MOMENTUM REFLEKSI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) kali ini merupakan momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tecermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara.

Demikian penggalan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang disampaikan Gubernur NTB yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi NTB Ir.H. Rosiady Sayuti P.hD pada saat bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), yang berlangsung di halaman Bumi Gora kantor Gubernur NTB, Rabu (2/4/18).

Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 kali ini mengambil tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Melalui peringatan tersebut Sekda berharap jika momentum untuk melakukan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah dilaksanakan dan diperjuangkan di bidang pendidikan. “Dalam waktu yang bersamaan kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan,” terang Sekda dihadapan ratusan peserta upacara.

Pendidikan dan kebudayaan memiliki peran yang sangat strategis, dimana pendidikan adalah tempat manusia-manusia dibina, ditumbuhkan, dan dikembangkan, oleh karenanya semua elemen masyarakat diharapkan untuk turut serta dalam melestarikan kebudayaan dari generasi ke generasi selanjutnya.

Seperti diriwayatkan dalam UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Dimana dalam aturan tersebut mengamanatkan bahwa pemajuan kebudayaan memerlukan langkah strategis berupa upaya-upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan sebagai penyangga  dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat dan berkepribadian dalam kebudayaan.

 “Oleh sebab itu, kebudayaan yang maju adalah prasyarat yang harus dipenuhi jika ingin pendidikan nasional tumbuh subur, kukuh, dan menjulang” kata Sekda yang kerap disapa Pak Ros tersebut.

Selanjutnya, pemerintah akan terus berkomitmen untuk terus berikhtiar dalam membangun dan menguatkan pendidikan. Baik dalam membangun infrastruktur, dan juga Sumber Daya Manusia demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan harapan dan cita-cita bangsa.

“Cita-cita pendidikan dan kebudayaan nasional hanya bisa terwujud jika kita bekerja keras dan berdaya jelajah luas. Hanya dengan cara itu, kerja pendidikan dan kebudayaan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia,” tegas Sekda.

Lebih lanjut Sekda juga tekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan literasi. Seperti revolusi karakter bangsa yang telah dilaksanakan dan bagian dari program Nawacita Presiden Joko Widodo, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). “Penguatan karakter dan literasi warga negara merupakan bagian penting yang menjadi ruh dalam kinerja pendidikan dan kebudayaan, “ kata Sekda.

Upacara tersebut juga dibarengi dengan penyerahan hadiah kepada salah seorang pelajar terbaik yang dimiliki NTB. Yuliana, salah seorang siswa SMAN 2 Mataram yang berhasil menjadi juara dunia pada kompetisi pencak silat di Thailand. Sekda dengan perasan bangga dan kagum seketika memanggil Yuliana, sang juara dunia, untuk naik ke atas panggung kehormatan.

Diakhir sambutannya, Sekda tegaskan bahwa masyarakat NTB saat ini patut berbangga atas terpilihnya NTB sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan event internasional Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018, yang akan dihelat pada 4 – 9 Mei dan selain itu juga sebagai tuan rumah Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional 7-11 Mei yang akan diikuti oleh 2000 siswa-siswi SMK se Indonesia.