STUDI BANDING KE MALAYSIA, GURU PAUD DIHARAPKAN JADI DUTA NTB Berita PPID

STUDI BANDING KE MALAYSIA, GURU PAUD DIHARAPKAN JADI DUTA NTB

Sebanyak 26 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) asal Kabupaten Sumbawa Barat akan melakukan studi banding ke Malaysia. Guru-guru tersebut dilepas Gubernur NTB, Dr.  H. Zulkieflimansyah didampingi istri, Hj. Niken Saptarini Widiyawati, di Pendopo Gubernur, malam ini,  Sabtu (30/03/2019).

Guru-guru yang akan mengikuti berbagai kegiatan selama lima hari itu, diharapkan menjadi Duta masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTB.  Yaitu, di samping menimba ilmu untuk meningkatkan kapasitas diri, mereka dapat menceritakan hal-hal baik tentang NTB.

"Dengan keramahan, keanggunan ibu-ibu di sana, masyarakat Malaysia akan terkesan. Sehingga mereka datang studi banding di NTB, " jelas Gubernur.

Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB itu berharap,  para guru tersebut dapat menjaga nama baik NTB di mata masyarakat Malaysia. Serta tidak bertutur kata atau berperilaku yang membuat orang lain tidak merasa terkesan.

Namun yang paling kata Gubernur, studi banding ini menjadi  wadah untuk membangun hubungan baik dengan negara lain. Sebab, hubungan baik itu akan  terjalin erat apabila sering bertemu.

Senada dengan Gubernur, Ketua TP. PKK NTB menyampaikan dukungan atas kegiatan tersebut. Kegiatan itu kata Hj. Niken dapat memberi nilai tambah bagi peningkatan ilmu pengetahuan bagi guru dan anak-anak NTB ke depan.

"ibu-ibu akan memberikan senyum, memberikan nilai-nilai baik bagi anak-anak kita," ungkap Bunda PAUD NTB itu.

Karena itu,  istri Gubernur itu meminta guru guru PAUD asal Kecamatan Seteluk, KSB itu dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya . Sehingga, apa yang diperoleh dan dipelajari di Negeri Jiran Malaysia itu, dapat diterapkan dengan baik di NTB. Sehingga NTB Gemilang dapat terwujud sesuai harapan.

Seperti yang beritakan sebelumnya, guru guru PAUD ini merupakan mereka yang menyampaikan keluhannya kepada Gubernur saat kunjungan kerja Gubernur di KSB Februari lalu. Saat itu, mereka menyampaikan bahwa sudah puluhan  tahun mereka mengabdi. Ketika pembukaan tes CPNS, mereka tidak bisa mendaftar karena kelebihan umur.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah Provinsi NTB atas pengabdian mereka itu, Gubernur kemudian memberikan mereka kesempatan untuk studi banding di Malaysia.

Humas NTB