PROVINSI NTB PERINGKAT 9 NASIONAL PEMERINGKATAN BADAN PUBLIK TAHUN 2016 Berita PPID

PROVINSI NTB PERINGKAT 9 NASIONAL PEMERINGKATAN BADAN PUBLIK TAHUN 2016

Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) John Fresly mengumumkan hasil pemeringkatan Badan Publik (BP) tahun 2016 di Istana Wakil Presiden Jakarta pada Selasa (20/12). Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla didampingi beberapa Menteri Kabinet Kerja, Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, serta perwakilan 10 (Sepuluh) besar Badan Publik dari beberapa Kategori. 

Dalam sambutannya, Ketua KIP menyampaikan bahwa pada pemeringkatan BP tahun ini telah mengalami pengembangan dan penyempurnaan tahapan penilaian keterbukaan informasi BP, terutama dari sisi rentang  waktu pemantauan agar  diperoleh nilai yang obyektif.

Ia juga menjelaskan bahwa sesuai dengan definisi Badan Publik yang tertuang dalam pasal 1 angka 3 UU Nomor 14 Tahun 2008, maka pada tahun ini sejumlah 397 Badan Publik menjadi ruang lingkup kegiatan ini. Dijelaskannya, dari tahun 2013 hingga 2016 telah terjadi kenaikan jumlah partisipasi BP ditunjukkan dari jumlah pengiriman dan pengembalian kuesioner.

Dalam kesempatan tersebut, penyerahan Plakat penghargaan peringkat 4 s.d. 10 dilakukan oleh Ketua KI Pusat, John Fresly, sedangkan untuk peringkat 1 s.d. 3, Plakat dan Trofi diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. 

Pada Tahun ini, Provinsi Nusa Tenggara Barat berada pada posisi 9 (sembilan) Nasional pemeringkatan Badan Publik (BP) kategori Provinsi. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KI Pusat, John Fresly dan diterima oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir. H. Rosiady Sayuti, M.Sc., P.hD. Adapun Hasil lengkap Pemeringkatan  Badan Publik 2016 adalah sebagai berikut:

1. Kategori BP Perguruan Tinggi Negeri :
a. Peringkat X, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 41,01
    Universitas Andalas 
b. Peringkat IX, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 42,82
    Universitas Lambung Mangkurat 
c. Peringkat VIII, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 48,73
    Institut Teknologi Bandung 
d. Peringkat VII, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 59,96
    Univ. Negeri  Malang 
e. Peringkat VI, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 62,28
    Universitas Bengkulu 
f. Peringkat V, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 75,35
    Universitas Gadjah Mada 
g. Peringkat IV, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 76,02
    Universitas Padjajaran 
h. Peringkat III, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 78,71
    Institut Pertanian Bogor 
i. Peringkat II, dengan nilaiKeterbukaan Informasi: 91,93
    Univ. Brawijaya 
j. Peringkat I, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 97,92
    Universitas Indonesia 

2. Kategori BP BUMN :
a. Peringkat X, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 46,02
    PT. Jasa Tirta II 
b. Peringkat IX, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 54,05
    PT.INTI 
c. Peringkat VIII, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 57,06
    PT. LEN Industri 
d. Peringkat VII, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 65,27
    PT. Kereta  Api Indonesia 
e. Peringkat VI, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 71,42
    PT. Bank Tabungan Negara 
f. Peringkat V, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 80,27
    PT. Pelindo III 
g. Peringkat IV, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 80,64
    Perum Perhutani 
h. Peringkat III, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 81,27
    PT. Bio Farma 
i. Peringkat II, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 82,35
    PT. Perusahaan Listrik Negara 
j. Peringkat I, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 84,07
    PT. Taspen 

3. Kategori BP Lembaga Non Struktural (LNS)
a. Peringkat X, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 43,68
    Komisi Pengawas Persaingan Usaha 
b. Peringkat IX, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 47,69
    Ombudsman RI 
c. Peringkat VIII, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 49,34
    Komnas HAM 
d. Peringkat VII, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 58,20
    Komisi Kepolisian Nasional 
e. Peringkat VI, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 62,90
    Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam 
f. Peringkat V, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 66,77
    Badan Pengawas Pemilihan Umum
g. Peringkat IV, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 68,82
    Badan   Pengembangan  Wilayah Surabaya-Madura
h. Peringkat III, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 77,02
    Komisi Pemilihan Umum
i. Peringkat II, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 86,74
    Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)
j. Peringkat I, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 86,87
    Komisi Pemberantasan Korupsi


4. Kategori BP Lembaga Negara dan LPNK
a. Peringkat X, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 84,39
    Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
b. Peringkat IX, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 86,44
    Komisi Yudisial
c. Peringkat VIII, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 88,75
    Lembaga  Antariksa  dan Penerbangan
d. Peringkat  VII, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 89,02
    Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
e. Peringkat VI, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 89,09
    Badan Tenaga Nuklir Nasional
f. Peringkat  V, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 91,41
    Badan Pengkajian dan  Penerapan Teknologi
g. Peringkat  IV,  dengan nilai Keterbukaan Informasi: 93,54
    Bank Indonesia
h. Peringkat III, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 93,81
    Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan
i. Peringkat II, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 94,54
    Mahkamah Konstitusi
j. Peringkat I, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 96,67
    Arsip Nasional RI (ANRI)


5. Kategori  BP   Pemerintah  Provinsi   :
a. Peringkat  X, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 73,05
    Sumatera Barat
b. Peringkat IX, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 73,54
    Nusa Tenggara Barat
c. Peringkat VIII, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 84,00
    Jawa Tengah
d. Peringkat VII, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 84,77
    Kalimantan Barat
e. Peringkat VI, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 86,73
    DKI Jakarta
f. Peringkat  V, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 87,34
    Sumatera Selatan
g. Peringkat IV, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 88,08
    Banten
h. Peringkat III, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 88,17
    Kalimantan Timur
i. Peringkat II, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 90,24
    Aceh
j. Peringkat I, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 94,24
    Jawa Timur


6. Kategori BP Kementerian :
a. Peringkat X,  dengan nilai Keterbukaan Informasi: 84,16
    Kementerian Kesehatan
b. Peringkat IX, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 85,82
    Kementerian Komunikasi dan Informatika
c. Peringkat  VIII, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 86,92
    Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS
d. Peringkat VII, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 90,31
    Kementerian Pertanian
e. Peringkat  VI, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 91,97
    Kementerian Sekretariat Negara
f. Peringkat V, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 92,06
    Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
g. Peringkat IV, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 92,74
    Kementerian Perhubungan 
h. Peringkat III, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 94,41
    Kementerian Perindustrian
i. Peringkat II, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 95,48
    Kementerian Keuangan
j. Peringkat I, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 95,87
    Kementerian Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat


7. Kategori  Partai Politik Nasional:
Pada tahap I, 10 parpol nasional berpartisipasi dalam kegiatan ini, namun hingga berakhirnya tahap II, hanya 4 partai politik nasional yang berhasil secar konsisten dalam keterbukaan informasi publik. 
a. Peringkat IV, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 10,70
    Partai Amanat Nasional (PAN)
b. Peringkat III, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 16,73
    Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
c. Peringkat  II, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 17,94
    Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA)
d. Peringkat I, dengan nilai Keterbukaan Informasi: 25,97
    Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA)

(Lalu Arry - red).